Komnasdik Jatim gelar Seminar Pendidikan sambut Era Revolusi Industri 4.0

faizal, 02 May 2019,
Share w.App T.Me

Wartajatim.com.Surabaya: Hari ketiga Rangkaian JEC Komnas Pendidikan Jawa timur,Senin ( 29/4/ 2019) bertempat di  BG Junction Seminar Pendidikan dengan tema “Membangun Pendidikan Unggul, berkarakter dan bermartabat serta berdaya saing global di Era Revolusi Industri 4.0.” menghadirkan Pembicara terkenal dari Jakarta Penulis Mega Best Seller buku Quantum Ikhlas Erbe Sentanu dan Tessa Viennie Founder Komunitas Belajar online @Unsma yang membernya sekitar lima puluh ribu.

Ketua Komnasdik Provinsi Jawa Timur Kunjung Wahyudi dalam sambutan pembukanya menyampaikan apresiasi dan penghargaannya kepeda pihak-pihak yang mendukung terlaksanannya acara dan khususnya segenap pengurus dari Kabupatern Kota.

“Seminar pendidikan dilaksnakan sebagai upaya Komnasdik ikut berperanserta aktif dalam menyoingsong era Revolusi Industri 4.0 melaui peningkatan kapasitas dan kualitas dunia pendidikan serta diharapkan nantinya bisa terus dilakukakan secara rutin setiap tahunnya”sambutnya.

Seminar diawali oleh Penulis sekaligus Motivator Erbe Sentanu yang menjelaskan bahwa Satu-satunya cara menyiapkan diri memasuki zaman baru ialah dengan lebih berani masuk ke dalam hati, sekarang juga. Bahagia itu tidak harus mewah.Istighfar itu untuk masa lalu.Bersyukur itu untuk hari ini.Berdoa itu untuk hari esok. Beliau memberikan contoh mendidik anak-anak dengan cara Kaya rasa-Kaya cerita inspirasi itu diambil dari kotak konsumsi yang dibagikan panitia kepada peserta.

lebih lanjut Erbe sentanu memaparkan materinya yang berisikan cara mengenal jati diri kita agar kita Tahu Diri, Percaya Diri dan Sadar Diri. Caranya adalah Mulai sekarang sadarilah bahwa diri Anda adalah jiwa dengan raga sebagai bungkus atau casing-nya. Mulai menata kehidupan yang bahagia dari dasar jiwa, sekaligus menyadari bahwa ketidakbahagiaan Anda adalah tuntunan agar Anda menyadari lagi fitrah jiwa Anda itu. Sadari pula, bahwa jika kita menghadapi banyak persoalan, itu adalah petunjuk agar kita lebih mengenali sifat-sifat jiwa dan hati nurani kita sendiri.

Menurut penulis buku Quantum Ikhlas, untuk kejelasan hidupmu kamu harus jelas melihat dirimu. Jika balon yang beraneka warna dan bentuk dapat dianggap sebagai realitas raga (fisik), udara yang transparan dan tanpa bentuk merupakan realitas jiwa (non-fisik) yang mengisi dan menggerakkan balon. Tanpa udara (di dalam) balon tak berbentuk.Tanpa jiwa (di dalam) raga tak berdaya.Tanpa software (di dalam) hardware tak berfungsi. Hati, nurani dan jiwa adalah super intelligent software”. Kata Profesor BJ Habibie.

Fasilitas kecerdasan ada dua yaitu menggunakan Otak ( Modal Sukses ) dan Hati ( Modal bahagia). Cerdas realitas meliputi dua juga : Materi,Logika,Analisa,Intelejensi,Personal,Kompetisi,Cita (Pikiran),Sementara itulah fungsi OTAK

Non Materi,Etika,Sintesa,Intuisi,Sosial,Kolaborasi,Cinta (Perasaan),Selamanya itulah fungsi HATI. bahwa Intuisi dan kata hati adalah GPS bagi jiwa manusia, Kata erbe sentanu dalam bukunya Karakter 360. Maka untuk menjalani kehidupan ini gunakan cerdas berpikir dan merasa. Waspadalah terhadap virus karakter ; Abai, Lalai dan Lebay. Yang berakibat fatal bagi kesuksesan dan kebahagiaan manusia sehingga No Goals, No dicipline, No Iniatiatif, No Respect dan No Spirit.

Adapun pembicara berikutnya Tessa Viennie yang merupakan Founder Komunitas Belajar Online membagikan pengalamannya membuat komunitas online yang berawal dari kepedulian berbagi ilmu pada temen-temennya yang justru berujung pada bisnis online yang menghasilkan pendapatan/ income yang lumayan sekaligus berbagi kebaikan. Menurutnya menghadapi revolusi industri 4.0 dengan kreativitas.

Lebih lanjut Mahasiswi Universitas Brawijaya ini memaparkan dalam menyonsong era 4.0 pemuda harus berbekal beberapa hal diantaranya:

1. Adaptif : mau belajar & mengetahui hal2 baru dengan cara cari tau sendiri dulu melalui  buku, internet dan berbagai sumber. Setelah itu diskusi / tanyakan hal2 yg kurang jelas ke teman/guru. Jangan malas

2. Memiliki analytical thinking : sangat penting untuk bisa berpikir secara efektif, terencana &, tersusun karena nantinya akan mempermudah kt utk problem solving

3. Cooperate & colaboration : di masa sekarang kolaborasi adalah hal terbaik yang bisa mempercepat self improvment masing2 pribadi. Suka tidak suka, mau tidak mau pemuda harus bisa belajar kerjasama dalam tim dan dengan individu lain. Karena pertukaran informasi juga didapat dari orang lain. Contoh : ikut berperan aktif dalam organisasi, komunitas / panitia acara.

4. Creative & innovation : pemuda harus memiliki banyak ide serta inovasi. Dengan ide2 yang fresh, apa yang kita lakukan tidak monoton alias gitu2 aja. Dan ini juga membawa dampak baik untuk generasi selanjutnya. Contoh : membuat startup penjualan sayur untuk mendukung kinerja petani, dsb.

5. Confident & able to communicate : dalam 4 aspek diatas, poin no 5 adalah kewajiban. Kecakapan dalam Komunikasi sangat dibutuhkan dimasa sekarang mengingat didalam dunia kerja performa tiap individu dinilai, sehingga jika tdk mampu berkomunikasi dgn baik, tdk paham caranya berkomunikasi secara verbal / lisan, maka kamu akan kesulitan pada saat menyampaikan ide/gagasan.

Dara cantik yang juga aktif di kegiatan sosial Samasama ini berpesan kepada generasi millenials dan gen Z masa kini, jangan malas mencoba, belajar, jatuh, gagal dan mencoba lagi. Karena dalam setiap kesuksesan terdapat proses yang panjang, nikmati prosesnya & terus belajar.

"Jangan lupa juga untuk selalu tanamkan rasa cinta kepada Indonesia, nilai moral bangsa & karakter yang baik. Sehingga ketika sudah mempunyai jutaan ilmu, kamu akan mengembalikannya untuk membangun Ibu Pertiwi dan mensejahterakan sekitarmu"pesannya saat ditemui wartajatim.com disela-sela break acara.

Animo peserta sangat antusias terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Selain Penjelasan yang disampaikan oleh kedua pembicara di atas.

Salah satu Pengurus Komnasdik Faqih Syarif Hasyim yang sekaligus memoderatori seminar menyampaikan perlunya  menyiapkan skill yang dibutuhkan dalam menghadapi era revolusi Industri 4.0. Para pakar meramalkan bahwa di tahun 2020, dunia akan memasuki era Industri 4.0. Di era tersebut, akan banyak bermunculan robot canggih, superkomputer, kendaraan otonom, 3D printing, serta pengoptimasian fungsi otak manusia dengan editing genetik dan perkembangan neuroteknologi.

Mungkin terlihat canggih dan membuat takjub, akan tetapi bukan berarti tidak ada kerugian yang ditimbulkan oleh revolusi industri tersebut. Mengutip dari hasil Forum Internasional tahunan yang bertemakan “Mastering the Fourth Industrial Revolution” pada 2016 lalu, Revolusi Industri 4.0 ini akan menyebabkan disrupsi atau gangguan bukan hanya di bidang bisnis saja, namun juga pada pasar tenaga kerja.

Hal ini berarti akan ada banyak jenis pekerjaan yang hilang dan tergantikan oleh fungsi robot atau artificial intelligence. Para tenaga kerja manusia pun tidak menutup kemungkinan akan menghadapi jenis pekerjaan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, sehingga revolusi ini mau tak mau menuntut kita untuk terus mengembangkan skill yang sekiranya dapat bermanfaat serta mumpuni di masa depan. Lantas, apa saja skill yang dibutuhkan untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0? Berikut jawabannya!
1. Complex problem solving
Complex problem solving disini merupakan kemampuan penyeleasaian masalah kompleks dengan dimulai dari melakukan identifikasi, menentukan elemen utama masalah, melihat berbagai kemungkinan sebagai solusi, melakukan aksi/tindakan untuk menyelesaikan masalah, serta mencari pelajaran untuk dipelajari dalam rangka penyelesaian masalah.
2. Critical thinking
Critical thinking atau kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir masuk akal, kognitif dan membentuk strategi yang akan meningkatkan kemungkinan hasil yang diharapkan. Berpikir kritis juga bisa disebut berpikir dengan tujuan yang jelas, beralasan, dan berorientasi pada sasaran.
3. Creativity
Creativity atau kreatifitas adalah kemampuan dan kemamuan untuk terus berinovasi, menemukan sesuatu yang unik serta bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Creativity disini dapat juga diartikan mengembangkan sesuatu hal yang sudah ada sehingga dapat menjadi lebih baik.
4. People management
People management adalah kemampuan untuk mengatur, memimpin dan memanfaatkan sumber daya manusia secara tepat sasaran dan efektif.
5. Coordinating with other
Kemampuan untuk kerjasama tim ataupun bekerja dengan orang lain yang berasal dari luar tim.
6. Emotion intelligence
Emotion intelligence atau kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengatur, menilai, menerima, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya.
7. Judgment and decision making
Judgement and decision making adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan atas situasi yang dihadapi serta kemampuan untuk mengambil keputusan dalam kondisi apapun, termasuk saat sedang berada di bawah tekanan.
8. Service orientation
Service orientation adalah keinginan untuk membantu dan melayani orang lain sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dengan memiliki service orientation, kita akan selalu berusaha memberikan yang terbaik pada pelanggan tanpa mengharapkan penghargaan semata.
9. Negotiation
Kemampuan berbicara, bernegosiasi, dan meyakinkan orang dalam aspek pekerjaan. Tidak semua orang secara alamiah memiliki kemampuan untuk mengadakan kesepakatan yang berbuah hasil yang diharapkan, namun hal ini dapat dikuasai dengan banyak latihan dan pembiasaan diri.
10. Cognitive flexibility
Cognitive flexibility atau fleksibilitas kognitif adalah kemampuan untuk menyusun secara spontan suatu pengetahuan, dalam banyak cara, dalam memberi respon penyesuaikan diri untuk secara radikal merubah tuntutan situasional.

Kegiatan Seminar yang diselenggarakan oleh Komnasdik Provinsi Jawa Timur ini merupakan rangkaian akhir diantaranya kegiatan lomba yang telah dilaksanakan mulai tanggal 27-29 April 2019 dan diakhiri kegiatan Pelantikan 13 Pengurus Kabupaten/Kota yang diselenggarakan di ruang Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur yang juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil E Dardak.(faiz)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu